TEKNIK BRASS LINE

Mengembangkan cara bermain basic brass dalam sikap maupun dalam bermain (meniup) sebenarnya sederhana, dalam hal ini yang perlu diperhatikan adalah teknik-teknik yang berhubungan dengan hal ini harus selalu diingat dan dilakukan secara benar dan kontinu. Teknik dalam bermain alat tiup atau brass sudah barang tentu menyangkut pernafasan dan posisi bibir serta posisi badan kita.

  • Teknik Pernafasan yang tepat

Banyak teknik pernafasan yang kita ketahui, tapi hanya sedikit yang dapat mengantarkan kita dalam teknik yang benar dalam bermain alat tiup. Namun secara garis besar teknik pernafasan yang ditawarkan menekankan pada esensi-esensi yang tidak jauh berbeda antara satu dengan yang lainnya. Ada teknik pernafasan yoga, ada juga teknik yang menggunakan pendekatan yang cukup ekstrim penggunaannya, namun ada juga pendekatan yang dengan sederhana hanya menekankan pada mekanisme pernafasan alami pada umumnya. Menurut pepatah, segala sesuatu yang bermanfaat/baik belum tentu berasal dari sesuatu yang baik, oleh karena itu apapun pendekatan teknik pernafasan tersebut, sekali lagi jika itu baik mengapa tidak kita gunakan sebagai pendekatan yang akan kita kembangkan nantinya.

  • Pernafasan/breathing merupakan modal utama yang harus dimiliki oleh pemain brass/alat tiup. 

Tanpa pernafasan yang benar, seseorang tidak akan menjadi pemain brass yang baik. Teknik pernafasan pada peemainan brass tidak jauh beda dengan pernfasan yang kita lakukan sehari-hari, sama-sama dilakukan secara rileks dan natural. Ada dua proses utama dalam pernafasan untuk permainan brass, yaitu inhale (mengambil udara) dan exhale (mengeluarkan udara).

  • Teknik sikap

Sikap yang harus dimiliki oleh seorang pemain brass seperti yang sudah diajarkan harus dibiasakan untuk dilatih supaya menjadi suatu pondasi yang kuat, jika ingin memperoleh hal itu diperlukan latihan yang rutin dan melakukannya dengan benar untuk membiasakannya dan yang paling penting adalah berfikir cerdas untuk memiliki trik-trik yang bisa dijadikan senjata andalan kita untuk bisa memiliki kekuatan pada sikap dari pemain brass ketika sedang memainkan alat, itu hanya kalian sebagai player yang bisa menyimpulkan.

 

Praktek inhale – exhale :

  • Berdiri dengan tegak dan badan rileks
  • Buka rahang bawah, ambil nafas dalam melalui mulut. Kerongkongan terbuka dan jangan tegang (seperti sedang menguap). Isi penuh seluruh tubuh dengan udara (dianjurkan udara yang hangat), pastikan badan tetap rileks dan bahu jangan terangkat naik.
  • Hembuskan udara dengan kecepatan tertentu dan konstan hingga habis. Jangan memaksa, biarkan udara mengalir dengan lancer dan ringan, pastikan tidak ada desis atau bunyi saat menghembuskan udara. Kerongkongan terbuka, otot leher jangan tegang, dan diusahakan pipi jangan mengembung.
  • Ulangi dari poin kedua. Lakukan berkali-kali hingga kedua proses tersebut menjadi proses yang alami dan kontinu. Ingat tetep rileks dan jangan tegang

Ambasir (Embochure) adalah istilah yang digunakan untuk menyebut posisi bibir seorang pemain brass dan bisa juga alat tiup lainnya seperti brasswind atau woodwind pada saat bermain. Embochureberasal dari bahasa perancis yaitu bouche yang berarti bibir. Dalam permainan brass, ambasir bertujuan untuk menggetarkan bibir guna menghasilkan suara dari instrument. Ambasir tidak akan menghasilkan suara jika tidak ada getaran bibir pada mouthpiece yang di-support oleh aliran udara. Ambasir dalam permainan brass berhubungan dengan bentuk bibir untuk bermain dan penempatan mouthpiece pada bibir.

Ada dua penempatan mouthpiece pada bibir :

  • Untuk trumpet, mellophone, dan baritone/trombone/euphonium : 2/3 bagian mouthpiece berada dibibir bagian atas dan 1/3 bagian lagi berada pada bibir bagian bawah.
  • Untuk tuba/contrabrass : sebisa mungkin lebih banyak bagian mouthpiece pada bibir bagian atas.

Praktek dengan mouthpiece :

  • Kepala tegak, dagu rata, badan rileks.
  • Bentuk bibir seperti mengucapkan “EMM”.
  • Tempatkan mouthpiece pada bibir.
  • Buka rahang bawah (bibir bagian tengah tetap pada posisi ambasir), ambil nafas melalui kedua sudut bibir. Lakukan inhale dangan membuka rahang bawah, jangan terlalu menarik sudut bibir kesamping seperti tersenyum.
  • Hembuskan udara tepat ke center mouthpiece, jangan dibuyikan dahulu, lakukan hanya hembuskan saja, konstan dan rileks.
  • Kali ini coba bunyikan mouthpiece. Poin penting dalam proses ini ialah aliran udara konstan, kerongkongan terbuka, otot leher jangan tegang, dan LAGI-LAGI RILEKS.
  • Tidak masalah jika pada saat pertama meniup mouthpiece tidak bunyi atau bunyi yang keluar tidak bagus, ulangi terus hingga mendapat tone yang baik.

PERINTAH-PERINTAH FUNDAMENTAL DAN TELUSURI

Dalam beberapa marching band, drum utama memiliki pilihan untuk memberikan satu set perintah ke seluruh band baik secara vokal, dengan perintah tangan, atau dengan peluit. Perintah-perintah ini berasal dari sejarah militer marching band. Pita yang berbeda mungkin memiliki set prosedur yang berbeda seperti jumlah hitungan yang diperlukan untuk melaksanakan perintah, tetapi hasil keseluruhannya sama.

  • Untuk siap / Berdiri oleh / Istirahat / Bersantai: perintah memberitahu band untuk berdiri dengan kepala sedikit tertunduk, kaki terpisah satu bahu. Band ini sering secara otomatis melakukan ini ketika mereka pertama kali berbaris ke lapangan di awal pertunjukan mereka.
  • Band atten-hut / Set: perintah yang memberi tahu band untuk masuk ke posisi perhatian, postur militer. Band ini biasanya merespon dengan suara keras “Satu!”
  • Mark time march: perintah memberitahu band untuk berbaris di tempat dalam irama untuk menjebak keran, biasanya sebelum mereka berbaris.
  • Maju mars, terkadang Forward Harch: perintah ini memberitahu band untuk mulai berbaris, tepat waktu, dan selangkah. Mereka melangkah di kaki kiri, dan berakhir di kanan.
  • Detail berhenti / Band berhenti: perintah ini memberitahu band untuk berhenti berbaris. Biasanya mereka akan menandai waktu untuk dua ketukan, mengatakan “SATU, DUA” atau “DUT, DUT” pada ketukan ini, untuk memastikan mereka berakhir dengan kaki kanan.
  • Tenang: ini memberitahu band bahwa mereka mungkin benar-benar santai.
  • Parade Istirahat: perintah yang memberi tahu band untuk melebarkan kaki mereka bahu dan bergabung dengan kedua tangan di depan tubuh mereka atau untuk menyatukan kedua kaki atau dalam formasi V dan menggulirkan siku mereka keluar dan meletakkan kedua tangan di tangan yang bertumpu pada pinggul (bagian tubuh bagian atas biasanya hanya digunakan ketika berbaris tanpa instrumen, kadang-kadang bentuk tubuh bagian bawah pilihan kedua dan bentuk tubuh atas pilihan pertama digunakan).
  • Wajah kiri: perintah untuk memutar band 90 derajat ke kiri sementara pada posisi perhatian.
  • Wajah kanan: perintah untuk memutar band 90 derajat ke kanan sementara pada posisi perhatian.
  • Tentang wajah: perintah untuk memutar pita 180 derajat ke belakang sementara pada posisi perhatian.
  • Tanduk: perintah untuk pemain angin untuk membawa instrumen mereka ke posisi bermain (corong di atau dekat mulut).
  • Tanduk dorong: perintah ini untuk pemain angin menginstruksikan band untuk membawa tanduk mereka ke posisi dorong di mana instrumen mereka tegak lurus ke tanah dan corong mereka sejajar dengan mata mereka.
  • Tanduk membawa: perintah ini untuk pemain angin menginstruksikan band untuk meletakkan instrumen mereka di bawah lengan kanan mereka.
  • Diberhentikan: perintah ini umumnya melepaskan band baik untuk hari itu atau untuk bagian lain dari latihan.
  • Ke sisi kiri: perintah ini mengubah band 90 derajat secara sinistral saat menandai waktu. Itu tidak akan dieksekusi sampai sutradara / drum besar meneriakkan suku kata “hut”.
  • Ke sisi kanan: perintah ini mengubah band 90 derajat secara dextrally sambil menandai waktu. Itu tidak akan dieksekusi sampai sutradara / drum besar meneriakkan suku kata “hut”.
  • Ke belakang: perintah ini mengubah band 180 derajat saat menandai waktu. Itu tidak akan dieksekusi sampai sutradara / drum besar meneriakkan suku kata “hut”.

  • Dress center / kanan / kiri dress: perintah ini memiliki band yang membawa kedua tangan mereka pada tingkat mata dan untuk memutar kepala mereka ke arah tengah, kanan, atau kiri blok (jika seseorang berada di tengah, seseorang hanya menempatkan kepala seseorang turun). Saat berdandan, band dapat menyesuaikan blok untuk memiliki jarak yang lebih baik. Tidak ada perintah selain Siap depan (terkadang Mata depan) dapat dieksekusi saat Dressing sedang beraksi.
  • Siap depan / depan Mata: perintah ini membuat pusat gaun keluar band untuk perhatian.
  • Tutup: perintah ini memberi tahu band untuk membuat file dan memastikannya lurus.

Selain dari pertunjukan lapangan dan parade, kompetisi di antara sekolah menengah juga dapat melakukan pawai (juga konsentrasi blok atau drill down). Acara ini melibatkan semua peserta di lapangan mengikuti perintah seorang sersan pelatih. Jika seorang peserta membuat kesalahan, baik dengan eksekusi atau salah waktu, maka peserta jatuh keluar lapangan. Pemenang dinobatkan jika hanya ada satu peserta yang tersisa di lapangan.

“PENUNDAAN” DALAM MARCHING BAND

Setiap musisi dalam marching band menciptakan gelombang suara.  Ombak dari masing-masing musisi bepergian dengan kecepatan suara, mencapai musisi lain, konduktor lapangan dan pendengar pada waktu yang sedikit berbeda. Jika jarak antara musisi cukup besar, pendengar bisa merasakan gelombang berada di luar fase. Biasanya, dalam hal ini, pendengar melihat bahwa satu bagian dari band memainkan bagian mereka sedikit setelah bagian lain. Efek penundaan ini secara informal disebut sebagai air mata atau pentahapan ensembel (tidak harus bingung dengan teknik komposisi musik dengan nama yang sama). Pertimbangkan juga bahwa pemirsa merasakan pergerakan para demonstran sebagai gelombang cahaya. Karena cahaya bergerak lebih cepat daripada suara, pemirsa dapat melihat bahwa gerakan itu tidak sesuai dengan suaranya. Gelombang suara juga dapat memantulkan bagian-bagian stadion atau bangunan di dekatnya.

Sebagai contoh, jika dua musisi, yang berdiri di sideline depan lapangan sepak bola dan satu di sisi belakang, mulai bermain tepat ketika mereka melihat ketukan tongkat atau tangan konduktor, suara yang dihasilkan oleh musisi di bagian depan sampingan mencapai pendengar di tribun terlihat sebelum suara dimainkan oleh musisi belakang, dan para musisi terlihat bergerak sebelum suara mencapai tribun. Air mata ensemble dapat terjadi ketika musisi di lapangan mendengarkan pit. Karena cara gelombang suara berjalan, lubang suara menghasilkan lompatan pertama dari bangku belakang dan kemudian terdengar oleh ensemble. Pada saat ansambel mendengarnya, mereka sudah terlambat dalam menentukan waktu. Karena alasan ini, normalnya adalah mengabaikan lubang dan membiarkan mereka mendengarkan ensemble untuk pengaturan waktu.

Penundaan dapat dikurangi dengan beberapa cara, termasuk:

  1. menggunakan formasi kompak
  2. menginstruksikan pemain untuk menonton konduktor lapangan, untuk mendapatkan ide tempo yang seragam
  3. menginstruksikan musisi untuk membuat penyesuaian konstan dan menonton atau mendengarkan sumber tempo untuk membuat suara mereka menjangkau penonton pada saat yang sama dengan musisi lain
  4. menginstruksikan pemain yang terletak di dekat bagian belakang lapangan menonton drum utama, dan semua pemain lain untuk mendengarkan kembali, bermain bersama dengan mereka yang menonton drum utama
  5. menginstruksikan pemain untuk melacak waktu dan ritme mereka sendiri (menginternalisasi tempo)
  6. menginstruksikan perkusi untuk memanggil jumlah, atau melakukan rimshots (terkadang disebut curang) ketika mereka tidak bermain
  7. menginstruksikan pemain untuk mengabaikan penundaan dan menyadari bahwa pendengar mendengar gelombang suara dalam fase. Ini paling sering terjadi ketika band tersebar, tetapi dalam kelompok (misalnya, empat sudut bidang sepak bola dalam 4 grup). Dalam hal ini, suara mencapai pusat stadion dan pusat tribun pada saat yang sama asalkan anggota band tidak saling mengoreksi.

MARCHING BRASS

Marching brass atau yang biasa dikenal instrumen musik tiup dalam marching band merupakan instrumen-instrumen musik tiup logam yang telah didesain untuk dimainkan sambil berjalan, umumnya instrumen musik tersebut digunakan dalam penampilan marching band. Perbedaan utama dengan instrumen musik tiup logam lainnya umumnya terdapat pada corong yang menghadap ke depan (bell-front), menggunakan sistem katup (antara tiga hingga empat katup), dan artikulasi yang dirancang untuk penampilan di lapangan terbuka (outdoor). Corong yang menghadap ke muka berfungsi untuk membuat suara yang dihasilkan dapat terproyeksi ke arah depan sesuai dengan posisi yang umumnya dipilih oleh penonton dalam sebuah pertunjukan marching band.

Ada beberapa alat musik yang termasuk kategori marching brass diantaranya :

  1. Terompet

Terompet dalam penampilan marching band digunakan sebagai soprano. Soprano sendiri adalah suara tertinggi dalam klasifikasi vokal di dalam budaya musik klasik barat. Istilah ini berasal dari bahasa Italia ‘sopra’ yang berarti melampaui dan juga bahasa Latin ‘supra’ yang berarti super) , terompet pada umumnya memainkan melodi dalam musik. Meski demikian umumnya dalam aransemen musik marching band fungsionalitas soprano dibagi menjadi dua atau tiga kelompok untuk memainkan nada yang berbeda (biasanya mengisi rentang suara sopran, dan mezzo-sopran). Di Indonesia umumnya grup-grup marching band menggunakan terompet bernada dasar B♭, namun terdapat pula grup-grup marching band yang menggunakan terompet bernada dasar G.

  1. Mellophone

Mellophone merupakan instrumen musik tiup yang ditujukan sebagai pengisi suara alto-soprano. Penggunaan mellophone dalam marching band umumnya lebih diminati karena suara dan intonasi yang dihasilkannya lebih konsisten dibandingkan instrumen musik sejenis seperti French Horn. Jenis mellphone yang paling banyak digunakan umumnya bernada dasar F, namun banyak pula ditemukan instrumen bernada dasar G. Biasanya sebuah instrumen mellophone memiliki kemampuan untuk dimainkan dengan nada dasar G ataupun F dengan mengganti panjang pipa udara yang umumnya tersedia sebagai bagian dalam kelengkapan instrumen tersebut.

  1. Baritone Horn/Euphonium

Meskipun memiliki fungsi yang sama dengan instrumen yang digunakan dalam pertunjukan orkestra, bentuk baritone horn atau euphonium yang digunakan dalam penampilan marching band telah didisain secara khusus dengan corong menghadap ke muka dan umumnya telah dilengkapi dengan sistem tiga katup. Sesuai dengan namanya instrumen ini digunakan untuk mengisi suara dalam rentang nada baritone. Umumnya instrumen yang digunakan dalam penampilan marching band menggunakan nada dasar B♭.

  1. Contra Bass/Tuba

Contra bass atau Tuba digunakan dalam penampilan musik marching band untuk mengisi suara dalam rentang nada bass. Perbedaan antara contra bass dan tuba terletak pada nada dasar yang digunakan pada instrumen tersebut. Jika nada dasar yang digunakan pada instrumen tersebut adalah G maka disebut dengan contra bass, sebaliknya bila menggunakan nada dasar B♭ maka dinamakan sebagai tuba. Seperti umumnya instrumen musik tiup logam yang digunakan dalam penampilan marching band, instrumen ini telah didisain pula untuk dimainkan sambil berjalan dengan corong menghadap ke depan. Namun berbeda dengan instrumen musik lainnya, karena ukurannya yang besar, untuk memainkan instrumen musik ini dilakukan dengan cara dipanggul.

  1. Tenor horn

Tenor Horn dalam kategori ini merupakan jenis instrumen musik tiup logam dalam keluarga trombone tenor yang telah didisain secara khusus untuk keperluan marching band. Instrumen ini tidak menggunakan sistem geser melainkan menggunakan sistem katup untuk memainkannya, dan panjang dari instrumen ini lebih pendek dari trombone biasa dengan pipa suara yang menggunakan model lipat seperti yang terdapat pada instrumen musik tiup lain: terompet, mellophone. Beberapa pabrikan kadang-kadang memberi nama secara khusus untuk instrumen ini, misalnya: dynabone. Umumnya instrumen tenor horn yang digunakan oleh grup marching band di Indonesia menggunakan nada dasar B♭.

  1. French horn

French horn adalah alat musik tiup dalam keluarga alat musik tiup logam yang umumnya dimainkan sebagai salah satu bagian dari alat-alat musik tiup dalam sebuah pertunjukan marching band. French Horn umum digunakan dalam konser-konser musik klasik. French horn memiliki tiga katup pengatur yang di mainkan dengan tangan kiri dengan tata cara dalam memainkan yang identik dengan trumpet. French horn pada umumnya menggunakan kunci F meski instrumen musik lainnya biasanya menggunakan kunci B♭.

Alasan utama French horn digunakan sebagai alat musik konser untuk marching band adalah karena alat musik ini memiliki corong yang menghadap ke depan (front-bell) sehingga suara yang dihasilkannya sesuai dengan arah pemainnya.  Hal ini sangat penting agar sesuai dengan ciri marching band dan suara dapat mengarah pada pendengar/penonton yang umumnya menonton dari satu sisi dalam sebuah pertunjukan marching band.

Aksi Drumb Line Marchingband

Dalam pertunjukan marchingband tentu kita mengenal berbagai macam jenis musik yang dimainkan. Terdapat jenis musik perkusi (alat musik pukul, marching brass (alat musik jenis tiup dalam marchingband), dan pit statis. Masing – masing berbaris berkelompok sesuai dengan jenis musik yang dimainkan.

Saat pemain musik dalam pertunjukan marchingband menunjukkan aksinya, pernahkah kalian memperhatikan jenis musik yang mana, yang bermain aktif memainkan musik juga sekaligus  melakukan atraksi ? ya drumb line. Dalam pertunjukan marchingband yaitu sekelompok orang dalam barisan perkusi yang biasanya menabuh drumb. Biasanya mereka juga melakukan aksi, atraksi dan manuver dilapangan.

Barisan perkusi yang menabuh drumb ini berlatih memainkan musik drumb juga atraksi. Atraksi ini dimaksudkan untuk menarik perhatioan penonton. Umumnya atraksi yang mereka lakukan sangat memukau. Sehingga aksi para drum line ini sangat dinantikan dalam setiap pertunjukannnya. Mereka mampu melakukan aksi secara individual maupun kelompok.

Aksi secara individu biasanya dilakukan oleh seorang pemain dengan memainkan alat drumb yang dibawanya dengan melakukan gerakan mengayunkan drumb, memutar tubuh layaknya menari dengan gerak yang cekatan dan lincah. Sedangkan gerakan secara kelompok biasanya dimainkan oleh beberapa pemain drumb dengan melakukan aksi atau manuver secara bersama-sama, hal ini dilakukan dengan menyusun drumb dalam susunan yang sistematis dan kuat sehingga dapat dinaiki oleh pemain drumb dan tetap alat musik eksis ditabuh mengiringi pertunjukan. Dalam pertunjukan secara kelompok ini biasanya melibatkan gitapati atau mayoret sebagai icon yang berdiri diatas drumb yang telah disusun. Dan ia dapat melakukan gerakan gerakan indah diatasnya.

Pertunjukan drumband maupun marchingband akan semakin seru saat para pemain musik melakukan aksinya. Terlebih aksi para pemain drumb line. Hal ini mampu menyedot perhatian penonton. Dari kemampuannya memainkan musik juga menunjukkan atraksi yang mendebarkan. Dalam hal ini kekuatan fisik sangat dibutuhkan oleh setiap pemain. Sehingga bagi personil drumb line setiap melakukan latihan sama saja dengan performance saat pertunjukan. Dengan demikian mereka mampu menampilkan aksi yang maksimal dalam menghibur penonton.

Instrumen Musik Pit dalam Pertunjukan Marchingband

Pernahkah anda memperhatikan alat musik apa saja yang digunakan dalam pertunjukan marchingband ? alat musik pukul atau yang biasa disebut dengan perkusi, alat musik tiup (marchingbrass), dan instrument musik pit (statis).

Tak banyak dari kita yang memgetahui apa itu instrument pit ? dan alat musik apa saja yang termasuk dalam instrument pit ? dalam artikel ini, akan kiota bahas mengenai instrument pit dalam pertunjukan marchingband.

Pada dasarnya instrument pit adalah instrument musik perkusi bernada, sama halnya instrument perkusi instrument pit juga dimainkan dengan cara dipukul. Hanya saja jenis instrument ini bersifat statis. Umumnya pemain alat musik dalam instrumenpit ini tidak ikut dalam barisan kecuali pemain cymbal. Karena alat musik yang tidak memungkinkan untuk dibawa sambil berjalan. Kelompok ini biasanya memainkan alat musik berada pada depan barisan atau lapangan dan memainkan alat musik serta melakukan koreografi ditempat ia berdiri. Saat ini permainan musik pit dalam pertunjukan drumband semakin bervariatif daripada dahulu. Bahkan unit marchingband mampu merakit sendiri untuk menghasilkan suara-suara yang lebih unik.

Berikut instrument pit yang biasa dimainkan dalam pertunjukan marchingband:

  1. Cymball

Simbal dalam pertunjukan marchingband terbuat dari dua  lempengan logam. Cara memainkannya dengan cara mengadu dua kepingan sehingga menghasilkan suara, namun tetap sesuai dengan ketukan yang sesuai dengan lagu yang tengah dimainkan.

  1. Marchingbell

Merupakan alat musik melodi yang terdiri dari bilah-bilah logam persegi ayau yang kita sebut dengan (lyra). Setiap logam memunyai nada tersendiri dimainkan dengan cara dipukul menggunakan stick yang ujungnya terbuat dari mika atau fyber.

  1. Xylophone

Xylophone berasal dari bahasa Yunani, yakni Xylo artinya kayu dan phone yang berarti suara. Sehingga dapat diartikan sebagai suara kayu. Sesuai dengan namanya xylophone tebuat dari batang – batang kayu dalam berbagai macam ukuran, yang ditata sedemikian rupa. Setiap batang mempunyai nada tertentu. Batang yang panjang dapat menyuarakan nada rendah sedangkan batang yang pendek menyuarakan nada tinggi. Cara memainkannya yaitu dengan memukul batang-batang kayu tersebut dengan menggunkan stik khusus yang biasa disebut dengan mallet. Terbuat dari plastik, kayu atau karet.

  1. Vibraphone

Vibraphone merupakan alat musik pukul yang terbuat dari batang – batang aluminium. Selain itu vibraphone juga mempunyai pedal seperti di sebuah alat musik piano. Saat pedalnya naik, batang alumunium tadi menjadi tertahan sehingga menghasilkan suara menjadi pendek. Sebaliknya ketika pedalnya turun maka suara yang dihasilkan mampu melengking hingga beberapa detik.

Selain keempat instrument pits diatas masih banyak lagi, yang dapat dimainkan dalam pertunjukan marchingband seperti marimba, Timpani, Chimes, orchestra cymbal, grand casa dan lain sebagainya.

Xylophone dalam Pertunjukan Marchingband

Pada sebuah pertunjukan marhingband berbagai macam alat musik perkusi dan tiup dimainkan, sehingga menjadi alunan yang padu. Alat musik tiup yang biasa digunkana dalam pertunjukan marchingband antara lain, Tuba, Terompet, Bariton, Trombhone, Mellophone dan lain sebagainya. Pada alat musik perkusi ada Snare, Tom dan Marchingbell. Pernahkah anda melihat pertunjukan marchingband menggunakan alat musik pukul yang terlihat seperti marchingbell. Namun terbuat dari kayu, dimainkan dengan cara dipukul dengan menggunakan malet ?

Kali ini kita akan mengenal apa itu Xylophone. Xylophone adalah jenis alat musik yang dimainkan dengan cara dipukul terbuat dari kayu dan dipukul dengan menggunakan malet. Biasanya alat musik ini digunakan dalam sebuah pertunjukan musik atau konser musik. Jarang sekali pertunjukan menggunakan alat musik ini. Mengingat alat musik ini besar dan tidak bisa berpindah dengan mudah hanya dengan didorong. Sehingga xylophone tidak memungkinkan untuk dibawa sambil berjalan.

Perhatikan gambar berikut ini:

Xilophone dalam bahasa Inggris. Berasal dari bahasa Yunani. Xilo artinya kayu dan phone artinya suara. Sehingga diartikan suara kayu. Alat music ini terbuat dari batang-batang kayu dalam berbagai ukuran yang ditata sedemikian rupa. Setiap batang menyuarakan nada tertentu. Batang yang panjang menyuarakan nada rendah, sedangkan batang yang pendek menyuarakan nada tinggi. Untuk menghasilkan suara batang=batang kayu tersebut dipuk menggunakan pemukul khusus yang terbuat dari plastic, kayu atau karet (biasa disebut dengan malet)

Dalam pertunjukan marchingband, xylophone dimainkan pada pertunjukan yang menetap dan tidak berpindah. Layaknya pertunjukan musik di lapangan. Saat pemain xylophone memainkan koreografi ia menampilkan aksi terbaiknya di tempat sambil memainkan alat musiknya. Fungsi xylophone dalam pertunjukan marchingband yakni memainkan melodi-melodi tertentu. Seperti hal nya memainkan bells. Namun suara yang dihasilkan oleh suara xylophone lebih lembut karena terbuat dari kayu sehingga mampu meredam suara bells yang terbuat dari logam. Suara yang dihasilkan oleh bilah bells lebih melengking sehingga saat dua alat music ini dimainkan secara bersamaan akanmenghasilkan suara yang indah dan padu.

Tips Memainkan Stik Drum

Bagi para pemain musik perkusi dalam sebuah pertunjukan marchingband, tentu dibutuhkan cara untuk memukul drum yang baik dan benar. Sehingga menghasilkan suara yang sesuai.

Berikut adalah tips memainkan stik drum, yang bisa digunakan sebagai langkah menghasilkan suara pas sesuai tempo. Dalam memainkan alat musik menjaga tempo terkadang menjadi kendala tersendiri bagi para pemain. Karena alasan kelelahan ataupun kesalahan saat memukulkan stiknya.

  • Pertama, Rileks. Yaitu saat memainkan suatu alat musik yang perlu dilakukan adalah rileks. Kendalikan apa yang ada dalam pikiran anda. Biarkan permainan mengalir tersendiri dibawah sadar anda.
  • Kedua, posisikan stik pada posisi yang pas dan nyaman. Perhatikan cara memukul dan menggenggam stik yang benar. Karena dalam permainan musik perkusi dua hal ini menjadi penting. Cara memukul dan menggenggam ini akan menentukan tempo pada setiap ketukan. Pangkal stik berada ditangan menempel dibawah jempol dan ujung kecil stik untuk dipukulkan. Saat anda mengetahui cara memukulkan stik dengan benar perlu diingat jangan pernah memukulkan stik dengan posisi jari lurus kedepan.
  • Ketiga, perhatikan posisi berdiri anda. Saat bermain drum full set sambil berjalan atau pun melakukan aksi koreografi kaki menjadi fondasi penting. Atur jarak yang tepat dan nyaman.
  • Menggenggam stik dengan benar tentu menjadi sebuah kunci dalam permainan musik perkusi. Namun control menjadi hal utama.

Karena Menggenggam stik seperti yang telah dijelaskan di atas merupakan awal yang penting. Namun, bermain dengan kekuatan, sentuhan dan yang paling penting Kontrol merupakan inti dari semua teknik. Selalu berlatih merupakan cara yang tercepat untuk bisa menguasai semua teknik yang tepat untuk jenis musik yang akan anda mainkan.

Beberapa tips diatas dapat anda terapkan saat memainkan drum, selain itu konsultasikan kepada ahlinya jika anda mengalami kesulitan dalam memainkannya. Banyak teknik yang bisa dilakukan sehingga mendapatkan hasil yang maksimal. Tentunya dia yang sudah ahli mempunyai banyak trik dan tips yang sudah terbukti mampu menghasilkan suara yang maksimal.

Koreografi dalam Pertunjukan Marchingband

Marchingband merupakan sekelompok orang yang membentuk sebuah barisan dengan mengkombinasikan beberapa instrument alat musik seperti instrument musik tiup, perkusi dan pit dalam sebuah melodi lagu.

Pertunjukan marchingband dipimpin oleh satu orang yang memandu berjalannya sebuah pertunjukan. Pemandu ini bertugas mengatur pemain dalam baris berbaris untuk membentuk sebuah formasi berdasarkan koreografi yang sesuai dengan lagu yang sedang dimainkan dan diiringi dengan aksi tari oleh barisan pemain bendera. Seorang pemimpin dalam pertunjukan marchingband disebut juga dengan field commanditer (Gita Pati). Ia dibantu oleh satu atau dua orang mayoret untuk mengatur berjalannya sebuah pertunjukan yang disebut paramananda untuk mayoret laki-laki dan paramanandi untuk mayoret perempuan.

Dalam sebuah pertunjukan marchingband tidak terlepas dari koreografi untuk memukau para penonton. Bahkan aksi koreografi inilah yang ditunggu-tunggu oleh penonton sehingga disebut menarik. Koreografi adalah sebagai komposisi tari dengan seni membuat/merancang sebuah struktur atau alur sehingga menjadi suatu pola gerakan-gerakan maupun aksi yang menarik tidak hanya monoton memainkan instrument musik.

Jadi koreografi ini mencakup tampilan pembuka yang biasanya dilakukan oleh seorang gita pati, dilanjutkan inti permainan musik yang meliputi aksi tari-tarian maupun gerakan colorguard, bahkan seluruh personil mampu melakukan koreografi sesuai dengan pola koreografer yang telah diatur sebelumnya. Sampai penutup sebuah pertunjukan marchingband selesai dan meninggalkan lapangan pertunjukan.

Selain itu koreografi dalam pertunjukan marchingband juga meliputi pengaturan barisan personil. Biasanya pengaturan barisan ini berdasarkan dengan kelompok yang memiliki fungsi dan tuga yang sama. Seperti personil musik, mereka akan diatur berbaris berdasarkan instrument musik yang akan dimainkan, seperti instrument musik tiup, perkusi dan pit. Kelompok colorguard berupa personil pembawa bendera juga akan ditata sedemikian rupa sehingga akan apik dilihat. Pengaturan ini berfungsi untuk memudahkan dalam memandu ketukan musik yang tengah dimaninkan bagi barisan pemain musik. Begitu juga pada barisan colorguard hal ini akan memudahkan baginya untuk membentuk sebuah aksi atau tari-tarian yang padu dan indah.

Koreografi dalam pertunjukan marchingband akan terlihat padu jika seluruh personil marchingand mampu bekerjasama. Karena tidak ada kesempurnan yang indah tanpa adanya kerjasama.