Aksi Mayoret Cilik yang Menggemaskan

Dalam sebuah pertunjukan drumband, biasanya satu unit drumband dipandu oleh seorang mayoret. Dimana ia bertugas memandu  berjalannya sebuah pertunjukan. Mulai dari mengatur barisan, display/ koreografi juga mengatur permainan musik yang akan dimainkan. Dalam membantu tugas dan perannya, mayoret menggunakan tongkat mayoret yang disebut dengan tongkat baton.

Selain memandu jalannya sebuah pertunjukan, seorang mayoret juga harus mampu menarik perhatian penonton dengan tari, atraksi, serta gerakan-gerakan dengan baton ditangannya. Penonton pertunjukan drumband, akan tertarik pada sebuah pertunjukan setelah melihat visual yang ditampilakn terebih terdapat mayoret yang aktif dan lincah mengatur dan memainkan tongkatnya.

Jika pertunjukan drumband disajikan oleh remaja maupun dewasa, penonton menunggu aksi maupun atraksi yang memukau dari seorang mayoret. Seperti memutar tongkat baton, bayonet, tongkat dengan bendera yang menarik, bahkan mereka melakukan aksi sulap ataupun atraksi yang ekstrim dengan mengkombinasikan gerakan tubuh dengan tongkat mayoret.

Berbeda halnya jika pertunjukan drumband disajikan oleh anak-anak kecil usia 4 sampai 6 tahun yang tengah duduk dibangku Taman Kanak-kanak (TK). Setiap gerakan yang ditampilkan tentunya sangat menggemaskan. Bahkan ketika seorang mayoret hanya berdiri memegang baton sudah mampu menarik perhatian penonton. Bagaimana tidak mereka memberikan tampilan berdasarkan keluguan mereka. Dengan dilengkapi kostum drumband warna-warni yang menarik perhatian. Terlebih saat mereka mampu memainkan tongkat mayoret dengan gerakan lincahnya. Ini akan memberikan nilai tersendiri dimata penonton pertunjukan drumband.

Sebagai seorang mayoret, ia berusaha menjalankan perannya dengan baik. Saat ia bertugas tak ayal mengundang gelak tawa para penonton. Karena sikap nya yang menggemaskan tak akan terlepas darinya. Dalam festival drumband yang diperlombakan kategori mayoret cilik ini akan mengundang perhatian khusus dari penonton. Karena semua menggemaskan hanya sedikit dari mereka yang mampu melakukan tugasnya selebihnya dianggap sebagai hiburan.

Selain sebagai hiburan drumband juga bisa dimanfaatkan sebagai wadah menyaring bakat dan minat anak. Karena kegiatan yang sesuai dengan bakat dan minat anak akan mengantarkan pada prestasi di usianya. Disisi lain orang tua dapat mengukur tingkat kepercayaan diri anak dan memahami bakat juga minat anak. Sehingga diharapkan orang tua mampu mengupayakan kegiatan positif bagi anak-anaknya.

Mencegah Pergaulan Bebas dengan Drumband

Mana mungkin bisa? Namun hal ini patut menjadi pertimbangan bagi orangtua maupun kaum muda untuk menjadikan hidup sebagai proses menjadi lebih baik. Drumband merupakan sebuah kegiatan positif yang mengandung banyak nilai manfaat. Seperti olahraga, mengatur dan mengembangkan mental emosional.

Melihat perkembangan zaman yang semakin tak terkendali ini kita harus mempunyai filter yang baik untuk menyaring mana yang baik dan harus diikuti dan mana yang buruk dan patut dihindari. Selain membentengi diri dengan filter yang kuat pada masing-masing indifidu namun pergaulan dilingkungan juga perlu diperhatikan. Karena pergaulan bebas biasanya berawal dari pergaulan dengan teman bekerja, bermain bahkan lingkungan tempat tinggalnya sendiri.

Dengan mengikuti kegiatan positif, seperti drumband inilah diharapkan anak-anak sibuk dengan kegiatan positif. Tidak melulu mencari kesibukan di smartphone dan lingkungan yang tidak baik. Pergaulan bebas bukan hanya tentang pergaulan seks, miras, narkoba dan semacamnya. Namun bagaimana perilaku anak dalam bersikap juga perlu diperhatikan. Seperti perilaku menyimpang dimasyarakat dan anti-sosial juga sama berbahayanya dengan hal diatas. Sikap yang anti-sosial dan cenderung menutup diri perlu diwasapai. Mencegah pergaulan bebas berbeda dengan mencegah kebebasan bergaul. Jangan sampai dengan langkah pencegahan yang salah justru membuat anak menjadi pribadi yang lebih buruk. Terlalu protektif akan membentuk karakter yang anti terhadap lingkungan sehingga bisa menumbuhkan anak yang kurang percaya diri, pemberontak, sukar berinovasi, penakut dan menjadi anak introvert yang memiliki dampak buruk bagi dirinya sendiri.

Maka dari itu mengarahkan anak pada kegiatan yang positif menjadi tugas orang tua. Disekolah-sekolah tertentu terdapat kegiatan ekstra yang harus diikuti oleh siswanya. Salah satunya yaitu kegiatan drumband. Orangtua bisa mengarahkan anak-anak pada kegiatan tersebut karena mengandung manfaat yang baik bagi tubuh dan pekembangan mental anak. Selain itu kegiatan drumband juga mempunyai nilai tersendiri bagi para pemain dan penikmatnya. Karena terdapat unsur menghibur dan mampu menjadi kegiatan refreshing otak yang penat dengan mendengarkan musik. Disisi lain kekuatan fisik anak juga harus tersalurkan jika tidak bisa jadi akan digunakan sebagai perilaku menyimpang.

Bagi sebuah komunitas drumband maupun marchingband kegiatan ini dijadikan ajang untuk mengasah minat dan bakatnya. Sehingga mampu mengukir prestasi yang membanggakan.

Drumband sebagai kegiatan positif mencegah perilaku buruk anak-anak juga sebagai ajang mengukir prestasi dalam kehidupannya.